pac ipnu kedungkandang

pac ipnu kedungkandang
makesta 2013

Selasa, 19 April 2016

Konferensi Anak Cabang X IPNU-IPPNU Kedungkandang

Diakhir kepengurusan masa khidmat 2014-2016 Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU bersama IPPNU Kedungkandang Kota Malang, gelar Konferensi Anak Cabang IPNU bersama IPPNU, di Pondok Pesanteren Al-Hayatul Islamiyah Buring Kedungkandang Kota Malang.
Acara yang bertemakan “Reformasi Pelajar Nahdliyin” diharapkan bukan hanya sekedar tema yang menarik tetapi harapan yang benar-benar mampu untuk menjadikan dan dapat membawa IPNU-IPPNU  PAC Kedungkandang yang Baru serta lebih baik. “kata Faruq Amrullah (Selaku SC Panitia Konferensi)”.
Acara berlangsung dari jam 08.00 sampai 17.30, hingga akhirnya memunculkan pemimpin baru untuk PAC Kedungkandang dua tahun kedepan, yaitu Anur Hidayat dari ranting Bumiayu dan Rizma Maula Arrohma  dari Ranting Muharto sebagai ketua terpilih untuk menggantikan kepemimpinan Mukammad Badawi dan Fatmawati Kusuma.

PAC IPNU-IPPNU XI ini diharapakan bisa mereformasi pelajar NU dikawasan Kedungkandang dan dikota malang padaumumnya untuk menjadi pelajar yang bermartabat dalam ilmu dan pemikiran yang amaliyahnya bersumber dari Ahlusunnah Wal Jama'ah

Senin, 04 April 2016

Ulang tahun kota Malang ke 102



Rapat pimpinan PC NU Kota Malang

Rapat pimpinan PC NU Kota Malang 
Gedung FISIP universitas Brawijaya
" PC NU Kota Malang telah melakukan pembangunan baik dalam berupa fisik yaitu gedung tapi juga membangun bangsa dan negara dengan sumbangsihnya bagi masyarakat, selain itu jaringan atau ases ke berbagai bidang seperti pada hari ini kita menempati gedung NUswantara huruf N dan U nya besar karena Alhamdulillah memang kami selaku PC NU Kota Malang telah membangun hubungan yang baik dengan universitas - Universitas di kota Malang terutama dalam hal ini Universitas Brawijaya "
Begitu lah sambutan yang disampaikan Drs. isroqun Najah M.Ag ketua tanfidziah PC NU Kota Malang pada pembukaan Rapat pimpinan PC NU Kota Malang yang pada dasarnya bertujuan  untuk seluruh kepengurusan PC NU Kota Malang menuju kader Nahdliyyin yang lebih baik.
Selain rapat pimpinan ini merupakan agenda awal menuju konferensi Pimpinan cabang Nahdlatul ulama' Kota Malang
Pada rapat pimpinan disampaikan oleh prof. Mudjia Rahardjo M.si rektor UIN Maliki Malang
" kita sebagai Masyarakat Nahdlatul Ulama' yang merupakan mayoritas melakukan gebrakan yang mampu merubah dunia menuju masyarakat Islam yang lebih baik karena yang minoritas saja lebih bisa melakukan gebrakan seperti organisasi yang mengguncang dunia akhir-akhir ini,
Selain itu pemberdayaan masyarkat yang dilakukan NU dapat diakui bahwa itu relevan dan merupakan cara paling tepat membangun peradaban Islam paling tepat bagi keadaan dunia saat ini"
Pada rapim ini hadir keseluruhan Banom - Banom NU, Lembaga dan Lajnah dibawah naungan PC NU Kota Malang. pada acara ini juga dibagikan hasil muktamar ke 33 dijombang pada Agustus 2015 tahun lalu. Dalam buku tersebut terdapat berbagai persoalan yang telah disepakati oleh para Muktamirin salah satunya ada sistim AHWA ( Ahlul ahli wal aqdi) yang telah diterapkan di beberapa Ranting dan MWC NU di kota Malang. Namun perlu dikaji ulang sistem tersebut dalam implementasi nya di Kota Malang karena Kota Malang memiliki kearifan lokal tersendiri , menurut Mahmudi Muhith sekretaris PCNU Kota Malang pada saat melakukan sosialisasi hasil muktamar tersebut
Sesi selanjutnya dari rapim tersebut selain sosialisasi hasil muktamar PCNU Kota Malang juga melakukan diskusi panel mengenai program - progam kedepan yang akan dilakukan oleh lembaga/lajnah dan Banom - Banom NU, berbagai program disampaikan pada acara tersebut salah satunya adalah progam yang melibatkan kerja sama antara LP Ma'arif NU Kota Malang , PC IPS Pagar Nusa Kota Malang dan PC IPNU-IPPNU Kota Malang yaitu pada tanggal 28 April akan diadakan pelatihan kepala sekolah dan kepala madrasah di bawah naungan PC LP Ma'arif NU Kota Malang serta penandatangan kesepakatan bersama antara IPS Pagar Nusa , PC IPNU-IPPNU dengan PC LP Ma'arif Kota Malang mengenai pelatihan serta pengkaderan dalam lingkungan sekolah LP Ma'arif
Menurut Mukhamad Badawi Sekretaris cabang IPNU Kota Malang " kader - kader NU perlu dijaring dan digiat kan pada kalangan Ma'arif sendiri karena bagaimanapun para penerus NU kedepan adalah pelajar-pelajar yang memang berasal dari kalangan masyarakat NU dan tidak bisa dipungkiri mereka pasti belajar di lingkungan Ma'arif Kota Malang "
Sehingga forum rapim tersebut menyepakati perlu adanya kaderisasi yang singkron antar Banom dan lembaga tersebut. Agar terciptanya hal tersebut perlu dilakukan kesepakatan bersama antar Banom dan lembaga tersebut. Selai hal tersebut lembaga / lajnah yang lain juga menyampaikan berbagai progam yang bertujuan memajukan masyarakat Nahdliyyin di Kota Malang. Namun karena waktu yang tidak mencukupi rapim tersebut harus ditutup namun pimpinan lembaga/ lajnah dan Banom NU yang hadir pada acara tersebut diminta untuk melaporkan program-program nya dalam waktu dekat agar dapat disosialisasikan pada kesempatan yang berbeda (Faruq)

Jumat, 18 September 2015

Latihan kader muda


LATIHAN KADER MUDA(LAKMUD)

A. Materi Pelatihan
1. Perkenalan
a. Pokok bahasan :
Perkenalan identitas peserta dan pelatih, seperti nama, alamat, status, hobbi dll.
b. Tujuan :
1.       Tercapainya suasanan interaksi yang hangat, akrab dan saling terbuka diantara sesama peserta dan antara peserta dan Pelatih, sehingga memungkinkan berlangsungnnya kegiatan pelatihan yang partisipatif.
2.       Tercapainya suasana yang membantu peserta untuk saling membuka diri dan saling memahami, sehingga mempermudah proses interaksi antara sesama peserta pada acara-acara berikutnya.
c. Metode : Permainan kartu bergambar
d. Media :
1.       Kertas manila
2.       Pulpen
3.       Kertas plano dan spidol
e. Waktu : 120 menit
f. Proses kegiatan :
1.       Peserta duduk melingkar tanpa ada yang menghalangi.
2.       Pelatih menerangkan maksud dari materi perkenalan ini, setelah itu membagikan kertas kepada setiap peserta.
3.       Setiap peserta menggambarkan dirinya dalam bentuk apapun (sketsa, lukisan, kata-kata, dll) kedalam kertas itu, misalnya nama, tempat tinggal, pekerjaan, orangorang disekitarnya, hobi dsb. Gambar tidak harus bagus yang penting kita dapat mengetahui sesuatu tentang orang yang menggambarkannya.
4.       Setelah selesai, semua kertas dikumpulkan menjadi satu, masing-masing peserta mengambil satu kartu lalu dia harus menebak gambar itu milik siapa dan menceritakan apa yang dilihat dalam kartu tersebut.
5.       yang merasa membuat kartu tersebut dipersilahkan kedepan untuk menambah keterangan gambarnya.
6.       Peserta lain diharapkan mengajukan pertanyaan mengenai gambar tersebut. Begitu seterusnya sampai semua kartu peserta terbacakan.
7.       Pelatih melalui pertanyaan-pertanyaan intensif merangsang tiap peserta uantuk bercerita mengenai dirinya sendiri.
8.       Setelah selesai semua untuk perkenalan, pelatih menjelaskan arti permainan tadi kemudian menutup acara.
9.        






2. Pre-test
 a. Pokok bahasan :
1.       Pengetahuan tentang organisasi IPNU, NU (Aswaja) serta organisasi pelajar yang lain.
2.       Pengalaman organisasi :  Pelatihan yang pernah diikuti
3.       Organisasi yang pernah diikuti
4.       Keinginan diri:  Tujuan dan harapan mengikuti Lakmud
5.       Tujuan dan harapan menjadi anggota IPNU
b. Tujuan :
1.       Mengetahui sejauh mana pengetahuan dasar peserta tentang IPNU, NU serta organisasi pelajar yang lain.
2.       Mengetahui keinginan dan harapan peserta dalam mengikuti pelatihan ini
c. Metode :
1.       Angket
2.       Brainstorming
d. Media:
1.       Kertas Manila (3 warna)
2.       Kertas Plano
3.       Spidol
e. Waktu: Alokasi waktu 60 menit
f. Proses kegiatan :
1.       Pelatih membagikan 3 kartu warna (merah, kuning, hijau) yang telah terisi dengan beberapa pertanyaan kepada setiap peserta.
1.       2 Pelatih memberikan waktu selama 15 menit untuk menyelesaikan jawaban dimasing-masing kartu.
2.       Setelah semua selesai, Pelatih meminta kepada peserta untuk mengumpulkan semua jawaban kedepan sesuai dengan warna kartu.
3.       Pelatih mengidentifikasi kartu-kartu tersebut sesuai dengan kategorinya masing-masing.
4.       Setelah teridentifikasi berdasarkan kategorinya, Pelatih memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanggapi .
5.       Kegiatan pada point 5 dan 6 dilakukan untuk 3 kertas warna, dimasing-masing kertas warna yang sama.
6.       Pelatih menyimpulkan hasil dari kegiatan tersebut setelah itu menutup acara.









 3. Analisa Diri
a. Pokok bahasan : Mengenal diri, atau akan keinginan diri, sadar akan kekurangan dan kelebihan diri dan orang lain serta sadar akan perlunya keterbukaan.
b. Tujuan : Agar peserta dapat lebih rendah hati, setiap orang menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang akhirnya menciptakan suasana terbuka diantara semua peserta.
c. Metode :
1.       Role play
2.       Brainstorming
d. Media :
1.       Kertas plano dan spidol
2.       OHP
 e. Waktu : Alokasi waktu 120 menit
 f. Proses Kegiatan
A.      Pelatih menjelaskan sekilas tentang esensi materi analisa diri.
B.      Selanjutnya pelatih membuka dengan cerita atau contoh kasus seorang yang mau mengenal diri sendiri dan tidak mengenal diri sendiri. Orang yang mampu mengenal diri sendiri terbuka untuk melihat kelemahan dan kekuatan diri sendiri maupun orang lain.
C.      Hal ini terkait dengan keinginan kita dalam berproses di suatu organisasi. Oleh karena itu selanjutnya pelatih menanyakan kepada peserta apakah kita perlu mengenal diri kita sendiri.
D.      Selanjutnya pelatih mengajak peserta untuk melakukan analisa diri dengan menggunakan “spiral pertumbuhan”.
E.       Dalam penjelasan spiral pertumbuhan ini pelatih menjelaskan tahap demi tahap dengan disertai beberapa contoh kasus.














 4. Kontrak Belajar
 a. Pokok bahasan
1.       Garis besar dan pokok-pokok materi latihan
2.       Kebutuhan serta harapan pribadi dan kelompok tentang pelatihan serta perangkat pelatihan
3.       Jadwal tentatif dan tata tertib latihan
b. Tujuan
1.       Peserta mampu mengidentifikasi dan merumuskan kebutuhan terhadap materi latihan
2.       Peserta dan pelatih menetapkan kesepatakan bersama tata cara pelaksanaan latihan
 c. Metode
1.       Diskusi
2.       Brainstorming
 d. Media Papan tulis white board Spidol dan kertas plano Flep card
e. Waktu : 90 menit efektif
f. Proses kegiatan
1.       Pelatih menjelaskan tentang tujuan dan target lakut secara singkat. Demi terlaksananya pelatihan yang partisipatif maka, partisipasi dan peran aktif seluruh peserta sangat dibutuhkan. Oleh karena itu kesepakatan pelatihan harus dibuat bersama-sama
2.       Pelatih membagi kartu kepada seluruh peserta, kemudian peserta menuliskan harapan dan kebutuhan selama proses pelatihan.
3.       Pelatih mengidentifikasi kartu-kartu peserta sesuai dengan kategorinya dengan cara menempelkan kartu tersebut di papan.
4.       Selanjutnya pelatih dan peserta membahas aturan main tentatif pelatihan
5.       Pelatih menutup acara














5. Ke-IPNU-an
a.Pokok Bahasan :
1.       Tinjauan sosiologis dan strategis kelahiran IPNU
2.       Peristiwa-peristiwa dan keputusan penting dari kongres ke kongres
3.       Kebijakan-kebijakan strategis IPNU kedepan 4. Posisi dan peran IPNU dalam konteks kepelajaran dan konteks kemasyarakatan.
b. Tujuan :
1.       Mengetahui kelahiran IPNU secara sosiologis dan strategis
2.       Mengetahui perjalanan IPNU dari kongres ke kongres dengan keputusan pentingnnya.
3.       Memahami kebijakan strategis IPNU ke depan
c. Metode :
1.       Ceramah
2.       Dialog
3.       Brainstorming
 d. Media :
1.       OHP
2.       Kertas plano dan spidol
 e. Waktu : 90 menit
 f. Proses Kegiatan
1.       Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.       Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.       Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog. 4. Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.











6. Ke-NU-an
 a. Pokok bahasan :
1.       Pengertian mabadi' Khoiru ummah
2.       Pengertian panca gerakan NU
3.       Pengertian khittoh NU
4.       Analisa NU dalam perkembangan/dinamika perjuangan
 b. Tujuan :
1.       Mengerti dan memahami mabadi’ khoiro ummah serta 5 gerakan NU
2.       Mengerti dan memahami khittoh NU serta bagaimana menerapkannya.
 c. Metode :
1.       Ceramah dan tanya jawab
2.       Brainstorming
3.       Diskusi
 d. Media :
1.       OHP
2.        Kertas planodan spidol
e. Waktu : 90 menit
f. Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara kemudian memberikan penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, selanjutnya pelatih mengadakan brainstorming sekitar pokok bahasan materi.
2.       Pelatih membacakan biodata nara sumber, selanjutnya mempersilahkan narasumber menyampaikan materi di lanjutkan dengan dialog.
3.       Pelatih mengarahkan menuju kesimpulan, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan ruangan.
4.       Selanjutnya membagi peserta dalam beberapan kelompok diskusi, kemudian dipersilahkan peserta untuk mendiskusikan beberapa pokok masalah yang diberikan oleh pelatih.
5.       Hasil diskusi dipresentasikan di depan forum dipandu pelatih.
6.       Kemudian pelatih mengulas garis besar hasil diskusi yang diakhiri dengan penutup.











7. ASWAJA
a. Pokok bahasan :
1.       Tradisi NU, pengertian dan dasar hukumnya (tahlil, qunut, diba'iyah, ziarah kubur, haul, tarawih 20 rakaat, adzan 2 dlm jumat, talqin dll)
2.       Fadzilah dan penerapannya
3.       Khilafiyahnya
b. Tujuan : Mengerti dan memahami tradisi NU serta dasar hukumnya berikut fadzilah dan penerapannya
c. Metode :
1.       Ceramah
2.       Dialog
d. Media :
1.       OHP
2.       Kertas plano dan spidol
e. Waktu : Alokasi waktu 90 menit
f. Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.       Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.       Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
4.        Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup












8. Manajemen Konflik
a. Pokok bahasan
1.       Pengertian manajemen konflik
2.       Macam/model- model konflik
3.       Tahap-tahap penyelesaian konflik
b. Tujuan : Mengerti dan memahami pengertian konflik, manajemen konflik dan bagaimana menyelesaikannya.
C . Metode :
1.       Brainstorming
2.       Study kasus
3.       Ceramah
d. Media :
1.       OHP
2.       Kertas plano dan spidol
a. Waktu Alokasi waktu 90 menit
b. Proses Kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara dan membagi peserta dalam beberapa kelompok Pelatih membagikan beberapa kasus pada masing-masing kelompok untuk diselesaikan.
2.       Pelatih memberikan waktu selama 15 menit kepada masing-masing kelompok untuk menyelesaikan kasus yang diberikan. Setelah semua selesai,
3.       pelatih memberikan kesempatan selama 10 menit pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
4.       Pelatih menjelaskan hasil dari diskusi kedalam materi pokok bahasan. Pelatih memandu dialog.
5.      Pelatih menutup sessi.














9. Manajemen Organisasi
 a. Pokok bahasan :
1.       Pengertian, fungsi dan manfaat manajemen
2.       Manajemen organisasi non profit
3.       Manajemen kepanitiaan
 b. Tujuan :
1.      Mengerti dan memahami fungsi, manfaat dan bentuk bentuk manajemen
2.      Mengetahui bagaimana memilih dan menerapkan manajemen yang tepat c. Metode : 1. Brainstorming
2. Diskusi
 3. Ceramah dan dialog
d. Media :
OHP
Kertas plano
Spidol

e. Waktu : Alokasi waktu 90 menit
f. Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.       Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.       Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
4.        Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.











10. Teknik Diskusi dan Persidangan
a. Pokok bahasan :
1.       Pengertian, tujuan dan macammacam diskusi dan persidangan
2.       Etika diskusi dan persidangan
3.       Perangkat dan teknik diskusi dan persidangan
4.       teknik menciptakan diskusi dan persidangan yang produktif
b. Tujuan :
1.       Memahami pengertian, tujuan, macam serta etika diskusi.
2.       memahami perangkat dan teknik persidangan
3.       Memahami bagaimana menciptakan diskusi yang produktif Metode : Brainstorming Diskusi Role Playing Praktek diskusi dan sidang
cMedia : Kertas plano Spidol Waktu
d. Alokasi waktu 90 menit
 f. Proses kegiatan :
1.       . Pelatih membuka acara dan menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.
2.       Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.
3.       Pelatih mengulas garis besar hasil dialog dan mengarahkan kepada kesimpulan
4.       Selanjutnya untuk memperdalam materi, pelatih mengajak peserta untuk melakukan suatu diskusi kelompok dengan membahas beberapa issue yang disedikan oleh pelatih.
5.       Selama dalam proses diskusi, pelatih memantau dan menilai mulai dari bentuk diskusi, penataan model, jalannya diskusi, partisipasi anggota diskusi dan peranan ketua kelompok diskusi dalam mengendalikan situasi diskusi.
6.       Setelah selesai, Pelatih memberikan ulasan tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing prosesi diskusi yang telah dipraktekkan oleh masing-masing kelompok.
7.       Selanjutnya pelatih memberikan saran-saran dan diakhiri dengan menutup acara.












11.Kepemimpinan
c. Pokok bahasan :
1.       Macam-macam leadership
2.       Teori munculnya pemimpin di masyarakat
3.       Pola kepemimpinan efektif
4.       Tipologi kepemimpinan
b. Tujuan :
1.       Peserta memahami karakteristik sosok dan citra diri seorang pemimpin
2.       Peserta memahami bagaimana peran dan tanggung jawab seorang pemimpin
c. Metode :
1.       Permainan
2.       Penugasan
3.       Diskusi

d. Media :
1.       OHP
2.       Kertas plano
3.       Spidol
e. Waktu : Alokasi waktu 90 menit
f. Proses Kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara kemudian membagi peserta dalam 4 kelompok
2.       Masing masing kelompok memerankan seorang pemimpin yang otoriter, demokratis, liberal, laizezfaire
3.       Setelah semua selesai, pelatih melontarkan beberapa pertanyaan mengenai materi pokok bahasan yang berhubungan dengan tugas yang telah diperankan
4.       Pelatih memaparkan hasil dari tanya jawab, permainan peran dan materi pokok bahasan.
5.       Pelatih menutup acara i.Scientific Problem Solving (SPS)












12. Evaluasi
a. Pokok bahasan
1.       Review dan evaluasi akhir penyelenggaraan latihan
2.       Post test
b. Tujuan
1.       Mampu mengorganisir dan mengungkapkan kembali pengalaman latihan peserta sejak awal sampai akhir pelatihan, sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan selama latihan berlangsung.
2.       Mampu memberikan umpan balik dan kritikan terhadap proses pelaksanaan latihan ini serta saran-saran mereka untuk perbaikan pelaksanaan latihan di masa yang akan dating
 c. Metode
1. Angket
2. Kuesioner

d. Media
1.       Papan tulis white board dan spidolnya
2.       Kertas plano dan spidolnya
3.        Formulir isian evaluasi dan soal-soal post test
e. Waktu 90 menit efektif
f. Proses kegiatan
1.       Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang evaluasi pelatihan dan tujuannya.
2.       Pelatih membagi peserta ke dalam beberapa kelompok diskusi, kemudian masing-masing kelompok merumuskan beberapa kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sessi yang berkaitan dengan prosesi pelatihan, misalnya infrastruktur pelatihan, materi, pelatih, metoda, nara sumber, peserta, suasana, sistem kelekatan dll.
3.       Hasil diskusi di tuangkan dalam kertas plano kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok.
4.       Pelatih memandu untuk mengidentifikasi masing-masing permasalahan, sehingga menjadi entry point bagi peserta di dalam menyelenggarakan pelatihan berikutnya.
5.       Selanjutnya pelatih menyimpulkan secara garis besar hasil diskusi.
6.       Untuk melihat daya serap materi pelatihan selama proses pelatihan, maka pelatih memberikan post test kepada peserta.
7.       Diakhiri dengan penutupan acara.









13. Rencana Tindak Lanjut
a. Pokok bahasan


1.       Rencana tindak lanjut latihan
2.       Rumusan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kemampuan peserta
b. Tujuan
1.       Menyadari pentingnya suatu tindak lanjut latihan sebagai bentuk perwujudan dari pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperolehnya selama latihan
2.       Mampu menyusun suatu rencana tindak lanjut tentatif yang dapat dan mungkin dilaksanakannya pasca latihan pelatih
c. Metode
1.       Angket
2.       Diskusi
D. Media
1.       Papan tulis white board dan spidolnya
2.       Kertas plano dan spidolnya
3.       Lembar rancangan kegiatan pasca latihan
 E. Waktu 120 Menit Efektif
 F. Proses Kegiatan
1.       Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang rencana tindak lanjut sebagai bentuk peningkatan pengalaman bagi pelatih yang akan terjun memandu latihan di wilayahnya
2.       Agar hasil rencana tindak lanjut tepat sasaran, maka sebaiknya rencana tindak lanjut di buat forum segitiga yakni peserta, pelatih, dan pimpinan struktural yang bersangkutan.
3.       Selanjutnya forum diserahkan kepada pimpinan struktural yang bersangkutan untuk bersama-sama melakukan rancangan kegiatan lanjutan bagi peserta latihan.
4.       Hasil pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam plano dan menjadi ketetapan kegiatan yang harus dilaksanakan
5.       Pelatih memberikan penegasan secara garis besar atas hasil perumusan rencana tindak lanjut, kemudian diakhiri dengan penutupan acara oleh pelatih.